Seorang ibu yang juga bekas anggota medik tentera berhenti dari pekerjaannya dan menjual rumahnya untuk travel keliling dunia.

IKLAN

Dia merancang perjalanan ini bersama tunang dan dua anak perempuannya. Gillian McRobbie, 33 dari Dundee, Scotland memutuskan berhenti dari anggotan medik tentera dan membawa keluarganya keliling dunia pada tahun 2017.

Dia menjual rumahnya dengan 170 ribu poundsterling, kemudian melaburkan kembali sebahagian wangnya dengan membeli sebuah rumah pangsa sederhana.

Sejak dari itu, keluarganya telah mengunjungi Portugal, Iceland, Bosnia dan Herzegovina, Montenegro dan Croatia.

Menurut laman Dailymail.co.uk, Rabu (2/1/2019), sekarang mereka sedang berada di Costa Rica. Gillian tidak ada rancangan untuk kembali ke England hingga Oktober 2019.

BACA  [VIDEO] Anzalna Nasir Umum Hamil Empat Bulan

Dia merancang untuk melakukan pembelajaran dalam rumah atau home schooling bagi kedua-dua anak perempuannya selama dalam perjalanan.

Gillian berkata, “melakukan perjalanan jauh dengan anak-anak saya adalah sesuatu yang selalu ingin saya lakukan, bahkan sebelum saya mempunyai anak.”

“Tujuannya adalah mempersiapkan anak-anak kita untuk hidup di dunia yang luas ketika mereka meningkat dewasa.Β Cara terbaik untuk belajar adalah keluar dan menjalani kehidupan.”

“Selama perjalanan, saya harus belajar menjimatkan wang untuk makan seminggu, pakaian dan berbagai keperluan lain.”

Untuk memastikan wangnya cukup, Gillian memilih tinggal di AirBnB, hotel murah atau menumpang di rumah rakan-rakan sewaktu perjalanan.

“Kami selalu travel dengan cara termurah dan paling selamat. Kini di Costa Rica, kami menggunakan bus tempatan, tetapi ada beberapa tempat ia tidak selamat untuk menaiki bas, jadi kami akan mengatur pengangkutan peribadi.” tambahnya.

Dia pun memberikan nasihat kepada ibubapa yang lain yang merancang untuk travel. Jangan hanya mengajak anak-anak pergi berbelanja ke pusat membeli belah tapi cubalah membawa anak mendaki, berenang dan sebagainya.

“Sebagai sebuah keluarga, kita telah belajar sejarah, geografi, geologi, ilmu sosial, budaya, bahasa, dan masih banyak lagi,” ungkapnya.

“Travel juga membawa kami keluar dari zon nyaman dan mengajarkan kita memecahkan masalah, toleransi serta kebaikan untuk dunia di sekitar kita di tengah perbezaan.”